Sabtu, 04 Oktober 2014

Salah Pukul

Di sekolah, Theta mengikuti ekskul voli. Dia sangat menyukai voli. Dia pandai dalam pelajaran ini. Di kelasnya, dia selalu mendapat nilai tertinggi dalam praktek voli.

“Ta, nanti kamu ekskul voli?” tanya Firza.
“Iya dong! Kamu?” Theta balik bertanya.
“Aduh, kayaknya lagi enggak deh! Aku ada acara keluarga. Bilang ke  pak Ilham ya kalau aku izin.” Jawab Firza.
“Oke deh! Bye!” jawab Theta kembali ke kelasnya. Firza dan Theta memang berbeda kelas, namun, mereka dekat dan bersahabat. Mereka saling mengenal ketika satu kelas saat MOS dan ternyata mereka juga mengikuti ekskul yang sama.
Ekskul voli dilaksanakan setiap hari kamis di sekolah setiap pulang sekolah.
“Hari ini siapa saja yang tidak hadir?” tanya pak Ilham.
“Firza kelas 7.8, pak! Dia izin.” Jawab Theta.
“Oh, baiklah kalau begitu.” Pak Ilham segera menulis nama Firza disebuah  kertas.
Setelah selesai absen, pak Ilham berkata, “Anak – anak, akan diadakan lomba voli antar sekolah yang diadakan sabtu besok di SMP Negeri 10. Akan diambil 10 orang dari kelas 7 dan 10 orang dari kelas 8. Karena diperlombaan ini, kelas 7 dan kelas 8 tidak boleh digabungkan. Dan bapak sengaja mengambil 10 orang untuk 5 inti, 5 cadangan. 4 tim yang akan mewakili sekolah ini. 2 tim perempuan dan 2 tim laki – laki.
Salah seorang kakak kelas mengangkat tangan.
“Ya, kenapa?” tanya pak Ilham.
“Yang masuk tim inti dan tim cadangan siapa saja, pak?” tanyanya. Lalu pak Ilham pun menyebutkan siapa saja yang terpilih masuk tim inti dan tim cadangan. Alhamdulillah Theta dan Firza masuk tim inti.
“Bagi yang tidak terpilih jangan berkecil hati, tetap semangat dan terus berlatih, ya!” pesan pak Ilham, mengingatkan. Lalu, mereka yang terpilih masuk tim inti dan cadangan berlatih di lapangan. Kelas 7 perempuan melawan kelas 8 perempuan. Setelah selesai bermain, giliran kelas 7 laki – laki melawan kelas 8 laki – laki. Latihan berjalan lancar, sangatlah seru. Hingga waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore dan ekskul pun selesai.
“Tetapsemangat, ya! Jaga kondisi badan kalian. Dan setiap pelajaran olahraga, tetaplah berlatih.” Pak Ilham mengingatkan.
“Iya, pak!” seru semuanya. Theta berjalan pulang, keluar dari sekolah dengan senangnya. Ada rasa bangga di hatinya. Dia sudah bisa membayangkan bagaimana lomba itu nantinya. Sesampainya di rumah, dia segera ganti baju dan makan siang karena dia belum makan siang. Setelah itu, dia segera meng-SMS Firza.
Theta: Fir, i have a good news!
Firza: Ada apa, Ta?
Theta: Kita masuk tim inti voli kelas 7 di sekolah kita. Dan ada lomba sabtu depan di SMP Negeri 10.
Firza: Cius? Mi apah?
Theta: Beneran, Fir...
Firza: Ah masa... iya apa? Entar bo’ong lagi...
Theta: Serius, Fir...
Firza: Aku duarius... hahaha...
Theta: -__________-“
Firza: Canda, Ta. Selamat, ya!
Theta: Selamat juga, ya!
Firza: Berarti kita harus serius berlatih niih!
Theta: Iya dong!
Firza: Tadi kamu bilang gak ke pak Ilham kalau aku izin?
Theta: Bilang dong!
Firza: Ooh, kalau begitu terimakasih deh!
Theta: Ya, sama – sama.
Firza: Lagi apa, Ta?
Theta: Lagi ngerjain PR, kamu?
Firza: Lagi baca komik Doraemon di halaman.
Theta: Oke, eh, udah dulu ya! Bye!
Firza: Bye!

            Hari rabu, kelas Theta ada pelajaran olahraga, berarti kesempatan bagi Theta untuk berlatih voli. Dia pun mengajak beberapa temannya untuk bermain voli bersamanya.
            “Anak – anak, hari ini olahraganya bebas, yang bawa raket dan kok, silakan main bulu tangkis, yang laki – laki boleh main bola, yang perempuan boleh main voli atau main basket. Bebas!” kata pak Ilham. “Yeee...” sorak teman – teman sekelas, heboh, seru, dan kompak.
            Anak – anak langsung menuju tempat penyimpanan bola. Lalu mengambil bola yang mereka inginkan. Theta bersama teman – temannya mengambil bola voli dan mulai bermain. Ketika sedang seru – serunya bermain, lawan Theta memukul bola, di saat yang bersamaan, Bima menendang bola ke tempat Theta dan kawan – kawan sedang bermain. Tanpa melihat – lihat, Theta segera memukul bola tersebut, namun, bola itu tidak melambung tinggi, justru jatuh ke kaki Theta. Semua orang menertawakan Theta. Theta bingung sekali. Ketika dia melihat ke bawah kakinya. Olala... Ternyata bola yang dia pukul bukan bola voli! Melainkan bola yang ditendang oleh Bima tadi. Sedangkan, bola voli yang dimainkan oleh Theta dan kawan – kawan sedang di tangan Farida yang mengambilnya karena ternyata bola voli itu out.

   Betapa malunya Theta saat itu. Teman – temannya tak berhenti membahas hal itu dan menertawakan Theta. Malamnya, Theta menulis status di FB-nya, ‘Haha... Semoga saja saat lomba nanti aku tidak memukul bola futsal lagi. Sakit sekali rasanya.’ Rupanya, Bima sedang OL dan Bima pun mengomentari status Theta itu, begini isinya, ‘Sakitnya gak seberapa, malunya!’ Theta selalu mengingat hal tersebut. Terkadang, dia tertawa sendiri memikirkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar