Minggu, 05 Oktober 2014

Diary Rinda Part 10

  Tiba saatnya liburan. Rinda sudah melewatkan beberapa hari dengan hal yang membosankan. Hanya bermain – main di rumah sendirian. Ia kangen dengan ketiga sahabatnya. Ia ingin menelpon Gladis. Karena Gladis yang paling menyenangkan disaat bosan mungkin karena cukup cerewet dan asyik diajak mengobrol. Ia ingat Gladis sedang pergi keluar kota dan keluar negri mengikuti kedua orang tuanya yang bekerja. Rencananya, Gladis dan keluarganya akan pulang 2 hari sebelum masuk sekolah. Aku dan teman – teman sudah menitipkan oleh – oleh, hehehe... jadi, dia merayakan tahun baru di luar negeri.

   Rinda ingin menelpon Fatimah, tapi Fatimah lagi sakit dan dirawat di rumah sakit. Saat Rinda ingin menelpon Lula, ia baru ingat telepon rumahnya sedang mati, handphonenya rusak, internetnya sedang dimatikan karena adiknya jadi tidak konsentrasi dalam belajar. Padahal sedang libur tuh! Duuh!!! Sarana komunikasi perasaan tidak ada deh! Keluh Rinda. Mana keluar rumah tidak bisa karena hujan. Lagipula kalau mau ke rumah Lula, Lula tidak diperbolehkan mendatangkan teman–temannya. Itu siih kata Lula saat hendak liburan sekolah. Tapi dia tidak menjelaskan kenapa.
   Aha! Rinda punya ide. Dia menulis surat untuk Lula.

   Assalamualaikum Lula… Halo apa kabar? Semoga disana baik – baik saja. Aku kangeeen…. Banget sama kamu. Semenjak libur, kita sudah jarang berkomunikasih ya? Hehehe… sarana komunikasiku sedang dimatikan nih di rumahku. Bete gak siih? hehehe… Selama ini kamu liburan kemana saja? Thanks
   Wassalamualaikum…
Salam manis
dari sahabat terbaikmu
Rinda Mutiara Murni

   Esoknya, Lula menjawab:

   Walaikumsalam… kabarku alhamdulillah baik, bagaimana dengan kabarmu sendiri? Semoga baik – baik saja. Aku juga kangen kok sama kamu en temen – temen. Kita ternyata senasib sama ya! Aku liburan cuma ke pantai, rumah nenek, mall dan pergi keluar kota beberapa hari. Sisanya harus ku jalani di rumah. Huuu…. Kamu gaya banget nulis Sahabat  terbaikmu  ahai! Kayak aku berfikiran kamu sahabat terbaikku aja. Hehehe… I just kidding lho!
Salam manis
Lula Andiani Cantika
  
   Kabarku baik juga. Ahahaha…. Aku tahu kok kamu lagi bercanda. Aku juga paling cuma kumpul sama keluarga, ke mall, dan ke puncak. Hehehe… eh, aku kenapa sih gak boleh ke rumahmu?
Salam manis
Rinda Mutiara Murni

   Sebenarnya bukan gak boleh… tapi, ibuku lagi ke Britania Raya. Aku siih… kepingin ikut. Tapi gak boleh. Kamu kalau keluar negri mau kemana? Ayahku banyak tugas, rapat, dan pertemuan. Aku di rumah sama pembantu. Jadi AP deh! Alias Anak Pembantu. Hehehe…
Salam manis
Lula Andiani Cantika

   Ke Britania Raya, Inggris, Jepang, Kore Swiss dan Prancis. Alasannya, Britania Raya dan Inggris aku suka pemandangannya. Kalau Jepang bajunya bagus, aku suka. Korea, karena aku mau ketemu sodara – sodaraku di sana, ada Super Junior, SNSD, SHINee, dan F(x) *Ngarep.com. Swiss cokelatnya enak dan kita bisa ambil gratis. Kalau Prancis aku mau ke Paris. Menurut film Laskar Pelangi, Paris itu tempat orang – orang pintar. Kalau kamu?
            Salam manis
Rinda Mutiara Murni

                        Sama dong, berarti kita memang jodoh ya? Alasannya saja juga sama. Ya sudah cukup sampai di sini saja ya! Sampai ketemu nanti saat masuk sekolah!
Salam manis
Lula Andiani Cantika

   Tahukah kalian? Rinda menyimpan surat dari Lula itu di mana? Di kotak kenang – kenangan. Isinya album foto persahabatan, surat, diary, dan biodata semua teman - temannya.

   Kotak itu sangat disayang Rinda dan dijaga Rinda karena jika Rinda akan berpisah dengan sahabat – sahabatnya ia akan mengingat sahabat – sahabatnya lewat benda itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar