Keesokkan
harinya...
“Psst....
Psst... kak Sandra...” bisik Jessica dari sebuah celah di jendela.
“Jessica...
kenapa tidak ke kamarku saja?” tanya kak Sandra yang sedang asyik bernyanyi.
“Hmm...
baiklah, tapi jangan beritahu ibuku ya!” pinta Jessica.
“Memangnya
kenapa?” tanya kak Sandra bingung.
“Udahlah...
nanti di dalam aku kasih tahu.” ucap Jessica
Jessica
pun mengendap – endap masuk ke dalam kamar kak Sandra.
“Ada
apa sih memangnya? Coba jelaskan!” pinta kak Sandra.
Belum
sempat Jessica membuka mulut. Terdengar bunyi pintu di ketuk. Tok! Tok! Tok!
“Jika
ibuku mencariku, bilang aku tidak ada di sini.” ucap Jessica
sambil bersembunyi di dalam lemari ganti.
“Masuk!”
“Hei,
Ra! Boleh ikutan seru – serukan?” tanya kak Alicia yang datang bersama Sandara.
“Tentu
boleh.” jawab kak Sandra.
“Eh,
Jessica gak diajak ngumpul – ngumpul niih?” tanya Sandara.
Kak
Sandra tertawa terkikik.
“Ada
apa? Kok malah ketawa siih? Kan ditanyanya serius, Ra. Apa yang kamu tertawakan? Tidak ada yang lucu.”
omel kak Alicia.
“Jessica...
keluar... yang datang bukan ibumu... tapi kak Alicia dan Sandara...” panggil
kak Sandra.
Jessica
segera keluar dari dalam lemari. Awalnya mengintip dulu, akhirnya dia berani
keluar juga.
“Eh,
kakak... Hehehe... Heh...” Jessica gugup sekali dan merasa tidak bisa
menjelaskan apa yang terjadi.
“Memangnya
kenapa sih kamu gak mau ketemu ibumu?” tanya kak Alicia heran.
“Bukannya
gak mau ketemu ibu... tapi aku takut ketahuan kalau aku bermain dengan kalian.”
jawab Jessica.
“Lho,
memangnya gak pantas ya kalau kita bermain bersama? Kitakan saudara?” tanya
Sandara heran.
“Ya,
kitakan saudara?” tambah kak Sandra diikuti anggukkan kak Alicia.
“Aku
tidak tahu pasti apa alasannya. Tapi... sepertinya... ibu tidak suka dengan
kalian.” jawab Jessica.
“Hmm...
ini aneh. Kau ingat kejadian 11 tahun yang lalu? tepat saat aku masih berumur 4
tahun dan kau 2 tahun, Sandra.” jelas kak Alicia.
“Oh
iya...” jawab kak Sandra. Mengingat kejadian 11 tahun yang lalu.
Aku
ceritakan ulang ya! Saat Sandara hilang, kak Alicia dan kak Sandra curiga
dengan tante Shareen, kak Alicia dan kak Sandra pun mengikuti tante Shareen.
Dan mereka mengintip, tampak jelas sekali tante Shareen menyerahkan sejumlah
uang untuk seorang pengawal setia kerajaan.
“Apa
yang terjadi?” tanya Sandara.
“Sebenarnya...
sudah lama kami merahasiakannya dari pihak mana pun. Hanya aku dan Sandra yang
tahu hal sebenarnya. Tapi, mungkin ini sudah saatnya rahasia tersebut dibuka.”
jelas kak Alicia.
“Waktu
itu, aku dan kak Alicia mengintip dan melihat tante Shareen menyerahkan
sejumlah uang kepada seorang pengawal setia kerajaan. Aku lupa apa yang mereka
bicarakan, karena itu sudah lama sekali.” cerita kak Sandra.
Jessica
terdiam dan menunduk.
“Ada
apa, Jess?” tanya Sandara.
“Apa
mungkin... ibuku yang meminta pengawal itu membuangmu?” tanya Jessica.
“Jangan
menuduh dulu, Jess... mana mungkin
ibumu melakukan itu? Ibumu terlihat baik dan menyenangkan.
Tapi... sepertinya aku membawa sebuah petunjuk
yang bisa membantu mengetahui siapa yang membuangku.”
kata Sandara.
Sandara
membuka sebuah kotak dan mencari – cari sesuatu.
“Apa
yang kau lakukan, Sandara?” tanya kak Alicia tak mengerti.
“Aha!
Ketemu! Ini dia! Baca ya! Ini adalah petunjuk!” ucap Sandara. Mari kita baca
ulang surat dari pengawal ya!
untuk: Tuan Putri Sandara
Dari: pengawal kerajaan
Sebelumnya
hamba meminta maaf yang sebesar – besarnya. Hamba terpaksa membuang Tuan supaya
Tuan tidak di bunuh oleh seseorang yang tidak menyukai kehadiran Tuan di kerajaan. Hamba tak dapat menyebutkan namanya. Tapi hamba
mohon Tuan, maafkan hamba. Jangan pecat hamba, hamba tidak bersalah... hamba
hanya terpaksa...
Dan,
dengan adanya surat ini, menjelaskan bahwa Tuan Putri adalah anak dari
Raja dan Ratu Alicia. Sekian dari hamba,
dan terimakasih.
“Dan
ini...” kata Sandara lagi.
Untuk: yang menemukan bayi ini
Dari: Pengawal setia putri kerajaan
Assalamualaikum,
bagi yang menemukan bayi ini, saya mohon sebesar – besarnya untuk merawatnya
hingga tumbuh dewasa dan sehat. Jika waktunya sudah dianggap cukup, beritahukan
hal yang sebenarnya mengenai bayi ini.
Bayi
ini adalah Putri Sandara anak bungsu dari Raja dan Ratu kerajaan. Tapi, jangan
anda kembalikan bayi ini sekarang, sebab, bila hal itu terjadi, orang yang
hendak membunuh putri (saya tak dapat menyebutkan namanya) bisa membunuh putri.
Saya sangat menyayangi
putri, saya telah menganggap putri seperti anak saya sendiri saya tak ingin hal
itu terjadi.
Sekian dari saya.
Terimakasih.
“Sepertinya aku punya
ide!” kata kak Alicia.
“Ide apa?” tanya
Sandara, Jessica dan kak Sandra berbarengan.
“Kita cari di
perpustakaan kerajaan nama pengawal – pengawal setia yang sudah pensiun.” usul kak Alicia.
“Aha! Good idea!” puji
kak Sandra.
“Tapi... masalah inikan
sudah lama? Kenapa harus diungkit – ungkit lagi? Siapa pun orangnya aku sudah
memaafkannya kok!” kata Sandara yang memang pemaaf dan baik hati.
“Tidak, Ra! Dia telah
membuat kita terpisah jauh! Kau hampir mati jika kamu tidak ditemukan oleh ibu angkatmu! Dan kedua, ini juga
berfungsi agar kita tidak salah tangkap atau salah sangka!” jelas kak Alicia.
Diikuti anggukan kak Sandra.
“Tunggu, tunggu kitakan tidak tahu nama
pengawal itu...” kata Sandara tiba – tiba, ucapan Sandara itu menghentikan
langkah saudara – saudaranya yang sudah bersemangat keluar kamar menuju
perpustakaan.
“Kecuali kak Sandra dan
kak Alicia ingat wajah pengawal yang waktu itu.” ucap Jessica.
“Semoga saja aku dan
kak Alicia ingat. Jika tidak, bisa gawat!” harap kak Sandra.
“Ada cara lain, kita
datangi orang yang kita duga kita lihat 11 tahun yang lalu. Bagaimana? Kalian
setuju gak?” usul kak Alicia.
“Benar juga siih...”
kata Jessica.
“Kak Alicia memang
jagonya masalah strategi... hehehe...” puji Sandara.
“Hehehe... terimakasih
ya, dek!” jawab kak Alicia malu – malu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar