Jumat, 10 Oktober 2014

Putri Sandara Part 6

   Keesokkan harinya...
   “Psst.... Psst... kak Sandra...” bisik Jessica dari sebuah celah di jendela.
   “Jessica... kenapa tidak ke kamarku saja?” tanya kak Sandra yang sedang asyik bernyanyi.
   “Hmm... baiklah, tapi jangan beritahu ibuku ya!” pinta Jessica.
   “Memangnya kenapa?” tanya kak Sandra bingung.
   “Udahlah... nanti di dalam aku kasih tahu.” ucap Jessica
   Jessica pun mengendap – endap masuk ke dalam kamar kak Sandra.
   “Ada apa sih memangnya? Coba jelaskan!” pinta kak Sandra.
   Belum sempat Jessica membuka mulut. Terdengar bunyi pintu di ketuk. Tok! Tok! Tok!
   “Jika ibuku mencariku, bilang aku tidak ada di sini.” ucap Jessica sambil bersembunyi di dalam lemari ganti.

   “Masuk!”
   “Hei, Ra! Boleh ikutan seru – serukan?” tanya kak Alicia yang datang bersama Sandara.
   “Tentu boleh.” jawab kak Sandra.
   “Eh, Jessica gak diajak ngumpul – ngumpul niih?” tanya Sandara.
   Kak Sandra tertawa terkikik.
   “Ada apa? Kok malah ketawa siih? Kan ditanyanya serius, Ra. Apa yang kamu tertawakan? Tidak ada yang lucu.” omel kak Alicia.
   “Jessica... keluar... yang datang bukan ibumu... tapi kak Alicia dan Sandara...” panggil kak Sandra.
   Jessica segera keluar dari dalam lemari. Awalnya mengintip dulu, akhirnya dia berani keluar juga.
   “Eh, kakak... Hehehe... Heh...” Jessica gugup sekali dan merasa tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi.
   “Memangnya kenapa sih kamu gak mau ketemu ibumu?” tanya kak Alicia heran.
   “Bukannya gak mau ketemu ibu... tapi aku takut ketahuan kalau aku bermain dengan kalian.” jawab Jessica.
   “Lho, memangnya gak pantas ya kalau kita bermain bersama? Kitakan saudara?” tanya Sandara heran.
   “Ya, kitakan saudara?” tambah kak Sandra diikuti anggukkan kak Alicia.
   “Aku tidak tahu pasti apa alasannya. Tapi... sepertinya... ibu tidak suka dengan kalian.” jawab Jessica.
   “Hmm... ini aneh. Kau ingat kejadian 11 tahun yang lalu? tepat saat aku masih berumur 4 tahun dan kau 2 tahun, Sandra.” jelas kak Alicia.
   “Oh iya...” jawab kak Sandra. Mengingat kejadian 11 tahun yang lalu.
   Aku ceritakan ulang ya! Saat Sandara hilang, kak Alicia dan kak Sandra curiga dengan tante Shareen, kak Alicia dan kak Sandra pun mengikuti tante Shareen. Dan mereka mengintip, tampak jelas sekali tante Shareen menyerahkan sejumlah uang untuk seorang pengawal setia kerajaan.
   “Apa yang terjadi?” tanya Sandara.
   “Sebenarnya... sudah lama kami merahasiakannya dari pihak mana pun. Hanya aku dan Sandra yang tahu hal sebenarnya. Tapi, mungkin ini sudah saatnya rahasia tersebut dibuka.” jelas kak Alicia.
   “Waktu itu, aku dan kak Alicia mengintip dan melihat tante Shareen menyerahkan sejumlah uang kepada seorang pengawal setia kerajaan. Aku lupa apa yang mereka bicarakan, karena itu sudah lama sekali.” cerita kak Sandra.
   Jessica terdiam dan menunduk.
   “Ada apa, Jess?” tanya Sandara.
   “Apa mungkin... ibuku yang meminta pengawal itu membuangmu?” tanya Jessica.
   “Jangan menuduh dulu, Jess... mana mungkin ibumu melakukan itu? Ibumu terlihat baik dan menyenangkan. Tapi... sepertinya aku membawa sebuah petunjuk yang bisa membantu mengetahui siapa yang membuangku.” kata Sandara.
   Sandara membuka sebuah kotak dan mencari – cari sesuatu.
   “Apa yang kau lakukan, Sandara?” tanya kak Alicia tak mengerti.
   “Aha! Ketemu! Ini dia! Baca ya! Ini adalah petunjuk!” ucap Sandara. Mari kita baca ulang surat dari pengawal ya!

untuk: Tuan Putri Sandara
Dari: pengawal kerajaan

   Sebelumnya hamba meminta maaf yang sebesar – besarnya. Hamba terpaksa membuang Tuan supaya Tuan tidak di bunuh oleh seseorang yang tidak menyukai kehadiran Tuan di  kerajaan. Hamba  tak dapat menyebutkan namanya. Tapi hamba mohon Tuan, maafkan hamba. Jangan pecat hamba, hamba tidak bersalah... hamba hanya terpaksa...
   Dan, dengan adanya surat ini, menjelaskan bahwa Tuan Putri adalah anak dari Raja  dan Ratu Alicia. Sekian dari hamba, dan terimakasih.

   “Dan ini...” kata Sandara lagi.

Untuk: yang menemukan bayi ini
Dari: Pengawal setia putri kerajaan

   Assalamualaikum, bagi yang menemukan bayi ini, saya mohon sebesar – besarnya untuk merawatnya hingga tumbuh dewasa dan sehat. Jika waktunya sudah dianggap cukup, beritahukan hal yang sebenarnya mengenai bayi ini.
   Bayi ini adalah Putri Sandara anak bungsu dari Raja dan Ratu kerajaan. Tapi, jangan anda kembalikan bayi ini sekarang, sebab, bila hal itu terjadi, orang yang hendak membunuh putri (saya tak dapat menyebutkan namanya) bisa membunuh putri.
Saya sangat menyayangi putri, saya telah menganggap putri seperti anak saya sendiri saya tak ingin hal itu terjadi.
Sekian dari saya. Terimakasih.

“Sepertinya aku punya ide!” kata kak Alicia.
“Ide apa?” tanya Sandara, Jessica dan kak Sandra berbarengan.
“Kita cari di perpustakaan kerajaan nama pengawal – pengawal setia yang sudah pensiun.” usul kak Alicia.
“Aha! Good idea!” puji kak Sandra.
“Tapi... masalah inikan sudah lama? Kenapa harus diungkit – ungkit lagi? Siapa pun orangnya aku sudah memaafkannya kok!” kata Sandara yang memang pemaaf dan baik hati.
“Tidak, Ra! Dia telah membuat kita terpisah jauh! Kau hampir mati jika kamu tidak ditemukan oleh ibu angkatmu! Dan kedua, ini juga berfungsi agar kita tidak salah tangkap atau salah sangka!” jelas kak Alicia. Diikuti anggukan kak Sandra.
 “Tunggu, tunggu kitakan tidak tahu nama pengawal itu...” kata Sandara tiba – tiba, ucapan Sandara itu menghentikan langkah saudara – saudaranya yang sudah bersemangat keluar kamar menuju perpustakaan.
“Kecuali kak Sandra dan kak Alicia ingat wajah pengawal yang waktu itu.” ucap Jessica.
“Semoga saja aku dan kak Alicia ingat. Jika tidak, bisa gawat!” harap kak Sandra.
“Ada cara lain, kita datangi orang yang kita duga kita lihat 11 tahun yang lalu. Bagaimana? Kalian setuju gak?” usul kak Alicia.
“Benar juga siih...” kata Jessica.
“Kak Alicia memang jagonya masalah strategi... hehehe...” puji Sandara.

“Hehehe... terimakasih ya, dek!” jawab kak Alicia malu – malu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar