Minggu, 05 Oktober 2014

Diary Rinda Part 2

                                                           Hikmah dari Semuanya

   Hari ini, mungkin adalah hari yang paling tidak mau kuingat. Sebab, hari ini cuaca sangat panas, mending ada sahabat yang menemaniku sehingga cuaca tidakkan panas, namun, ini justru kebalikkannya. Lula sedang pergi menjenguk neneknya, Fatimah sakit demam tinggi, Gladis sedang ada acara Fashion Show gitu deh! Untungnya hari ini Gloria tidak ada, sebab ia satu gedung dengan Gladis ikut Fashion Show, Vian pergi ke Bandung dan Vivi ada Casting Iklan. Mungkin hari ini 50% menyenangkan dan 50% tidak.

   Saat aku sedang berjalan – jalan mengelilingi koridor sekolah, kulihat Kamila, bukan sahabatku siih… namun, dia teman sekelasku dan dia percaya sekali dengan ucapanku. Sepertinya, dia begitu mengidoalakanku. Kamila sedang duduk menangis, kudekati dia.
   “Hei Mil, ada apa?” tanyaku.
   Dia justru menangis dan memelukku.
   “Rind… aku… kepingin sahabatku… peduli sama aku. Di… di… dia… selalu marah – marahin aku, bentak – bentak aku, suruh – suruh aku, dan… kalau ada apa – apa dia gak cerita sama aku! Bahkan, jajan aja gak pernah ngajak – ngajak aku!” ujarnya sambil menangis.
   “Sabar ya Mil…” hiburku, namun, hanya itu yang kuucapkan.
   “Rind… sahabat kamukan banyak, tolong… ka… kasih solusiku untuk masalah ini!” katanya lagi, masih tetap menangis.
   “Hmm… oke! Begini Mil, coba kamu ke… “
   “Putri dan Santi.” Jawabnya.
   “Ng… bukannya, dia satu kelas sama Lula ya?” tanyaku tiba – tiba.
   Kamila mengangguk.
   “Aku pernah ketemu dia malahan kami berkenalan. Orangnya baik, cantik dan periang, Aku suka. Eh, lanjut ke solusi. Terus, kamu tanya sama Putri dan Santi apa yang menyebabkan mereka begitu sama kamu, katakan kamu tidak akan marah dan justru akan mengubah sikapmu itu. Katakan ini demi kelangsungan persahabatan kalian supaya rukun dan tentram.”
   “Ma… makasih ya Rind. Akan kucoba!” kata Kamila lalu mengusap air matanya dan pergi.
   Aku lalu sendirian lagi. Tapi, ini ada hikmahnya. Pertama, mungkin, kalau ketiga sahabatku ada, aku tidak akan bertemu Kamila dan memberi solusi untuknya. Kedua, aku harus bersyukur karena memiliki sahabat sebaik Lula, Fatimah dan Gladis yang sampai sekarang masih tetap rukun.
   Thanks
Rinda Mutiara Murni

   Rinda BFF terharu membacanya.
   “Ini semua benar.” Kata Lula sambil tersenyum.

   Lalu kami semua pun berpelukkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar