Hikmah
dari Semuanya
Hari
ini, mungkin adalah hari yang paling tidak mau kuingat. Sebab, hari ini cuaca
sangat panas, mending ada sahabat yang menemaniku sehingga cuaca tidakkan
panas, namun, ini justru kebalikkannya. Lula sedang pergi menjenguk neneknya,
Fatimah sakit demam tinggi, Gladis sedang ada
acara Fashion Show gitu deh!
Untungnya hari ini Gloria tidak ada, sebab ia satu gedung dengan Gladis ikut
Fashion Show, Vian pergi ke Bandung dan Vivi ada Casting Iklan. Mungkin hari
ini 50% menyenangkan dan 50% tidak.
Saat
aku sedang berjalan – jalan mengelilingi koridor sekolah, kulihat Kamila, bukan
sahabatku siih… namun, dia teman sekelasku dan dia percaya sekali dengan
ucapanku. Sepertinya, dia begitu mengidoalakanku. Kamila sedang duduk menangis,
kudekati dia.
“Hei
Mil, ada apa?” tanyaku.
Dia
justru menangis dan memelukku.
“Rind…
aku… kepingin sahabatku… peduli sama aku. Di… di… dia… selalu marah – marahin
aku, bentak – bentak aku, suruh – suruh aku, dan… kalau ada apa – apa dia gak
cerita sama aku! Bahkan, jajan aja gak pernah ngajak – ngajak aku!” ujarnya
sambil menangis.
“Sabar
ya Mil…” hiburku, namun, hanya itu yang kuucapkan.
“Rind…
sahabat kamukan banyak, tolong… ka… kasih solusiku untuk masalah ini!” katanya
lagi, masih tetap menangis.
“Hmm…
oke! Begini Mil, coba kamu ke… “
“Putri
dan Santi.” Jawabnya.
“Ng…
bukannya, dia satu kelas sama Lula ya?” tanyaku tiba – tiba.
Kamila
mengangguk.
“Aku
pernah ketemu dia malahan kami berkenalan. Orangnya baik, cantik dan periang,
Aku suka. Eh, lanjut ke solusi. Terus, kamu tanya sama Putri dan Santi apa yang
menyebabkan mereka begitu sama kamu, katakan kamu tidak akan marah dan justru
akan mengubah sikapmu itu. Katakan ini demi kelangsungan persahabatan kalian
supaya rukun dan tentram.”
“Ma…
makasih ya Rind. Akan kucoba!” kata Kamila lalu mengusap air matanya dan pergi.
Aku lalu sendirian lagi. Tapi, ini ada
hikmahnya. Pertama, mungkin, kalau ketiga sahabatku ada, aku tidak akan bertemu
Kamila dan memberi solusi untuknya. Kedua, aku harus bersyukur karena memiliki
sahabat sebaik Lula, Fatimah dan Gladis yang sampai sekarang masih tetap rukun.
Thanks
Rinda Mutiara Murni
Rinda
BFF terharu membacanya.
“Ini
semua benar.” Kata Lula sambil tersenyum.
Lalu
kami semua pun berpelukkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar