Mana ada sih sebuah persahabatan tidak
diikut sertakan dengan pertengkaran? Karena, sebuah persahabatan pasti pernah
berbeda pendapat antara orang yang satu dengan yang lainnya. Atau mungkin… ada
yang tersinggung? Semua bisa terjadi, walaupun persahabatan itu sangaaaaaaaat
rukun. Karena, sebuah arti persahabatan tidaklah terucap jika tidak ada
pertengkaran, karena pertengkaran membawa kita berusaha hidup lebih rukun.
Juga, membuat kita mengintrospeksi diri,
menyesal dan mengakui kesalahan masing - masing.
Sama juga bila seorang sahabat berbeda pendapat dengan pendapat salah seorang
sahabatnya. Seperti Rinda.
“Eh,
Lula! Fatimah! Gladis! Jangan baca isi diaryku yang halaman 110 ya! Soalnya… itu
penting banget. Aku mau jajan dulu nih! Ada yang mau nitip makanan?” tanya
Rinda.
“Oke,
aku mau nitip es krim 2 yang satu rasa cokelat-stroberi dan yang satunya lagi
cokelat-vanilla ya!” kata Lula sambil menyerahkan uang Rp. 2.000 pada Rinda.
“Oke,
ada yang mau nitip lagi?” tanya Rinda.
“Aku!
Aku es teh manis dan dia jus jeruk.” Kata Gladis sambil menyerahkan uang Rp.
5.000-an.
“Oke
deh!” kata Rinda lalu berlalu.
“Eh,
kamu… penasaran gak sama diary Rinda halaman?” tanya Lula.
“Aku
penasaran, kamu?” tanya Gladis.
“Penasaran
juga, kita baca yuk!” usul Lula.
“Jangan!”
kata Fatimah sambil membaca buku.
“Kenapa?”
“Tak
apa, yang penting, aku gak ikutan aja! Kalau ketahuan dia dan dia marah awas
aja kalau aku kena!” kata Fatimah mencari aman.
“Oke,
kami tidak akan mengikut sertakan dirimu!
Dasar pengecut! Weeek!” ujar Gladis menjulurkan lidah pada Fatimah sambil
membuka buku diary Rinda halaman 110.
Persahabatanku
dengan Mereka
Dear
diary, aku punya sahabat, namanya ada Lula, Fatimah, dan Gladis. Suatu hari,
aku sempat kesal dengan mereka.
Saat
itu, siang hari, kami berempat berenang di kompleksku. Saat itu, aku seperti
tidak dihiraukan oleh mereka. Mereka malah asyik sendiri bertiga. Aku tidak
dianggap apa – apa atau diajak main oleh mereka.
Aku
sedih, oleh sebab itu, tanpa sepengetahuan mereka aku memakai handukku dan
pergi dari kolam renang kembali ke rumahku.
Tak
berselang lama setelah aku pulang, mereka datang sambil marah – marah padaku.
Katanya mereka begini: “Kamu kenapa sih ninggalin kita bertiga sendiri di kolam
renang? Kitakan takut! Lagipula, ini kan kompleksmu! Kalau kita ada apa – apa
kamu mau tanggung jawab?
Kamu ini tuan rumah macam apa sih?” omel Lula.
Aku
diam saja. Aku pun hanya menjawab: “Sori, tadi tiba – tiba perutku sakit jadi,
aku pulang deh ke rumah!” kataku berbohong.
Mereka
tetap saja mengomel – omel gak keruan, aku tak menghiraukan omelan mereka. Udah
gitu, mereka tidak mengakui kesalahan mereka lagi. Iiih… nyebelin en bete
banget deh aku hari itu.
Itulah
hal terburuk yang pernah terjadi di persahabatanku dengan mereka. Aku berharap
hal itu tidak akan terjadi untuk kedua kalinya. Amiin…
Thanks
Rinda Mutiara Murni
“Hm…
apakah tadi aku sudah memperingatkan kalian?” tanya Rinda dengan muka kesal.
“Eh,
Rinda…” kata Lula tersentak kaget.
“Apa
maksudmu menulis kami menjengkelkan? Bukankah kamu sendiri yang meninggalkan
kami?” tanya Gladis kesal.
“Itu
resiko kalian yang telah membaca diary-ku sembarangan, padahal aku sudah
memperingatkannya!” ujar Rinda.
“Tapi,
kalau memang benar kau sahabat kami seharusnya jangan menulis nama kami dong! Di diarymu!” pekik Gladis.
“Habisnya
itu kan diary! Diary itukan cerita yang
benar terjadi dan kenyataan!”
jawab Rinda.
“Sudah!
Sudah diam!!!” lerai Lula.
“Dis,
ini salah kita juga, seharusnya, kamu menerima dong! Itukan diary, lagi pula
kan Rinda sudah memperingatkannya. Kitanya saja yang tak mau mendengar!
Seharusnya, kamu harus siap dimarahi dan dikritik dong!” ujar Lula.
“Ya
deh La kamu benar juga siih…, Rind… Aku minta maaf ya!” ujar Gladis.
“Ya,
sama – sama, aku juga… terlalu sensi. Dan… salahku jugakan? Kalau aku gak mau
diaryku dibaca kalian seharusnya, aku tidak menitipkannya pada kalian, jadi…
aku juga minta maaf ya Dis, La, Tim. Sebenarnya, aku sayang kalian kok!” kata
Rinda.
Semua
berpelukkan sambil menangis, di .situ
mereka saling bermaafan satu sama lainnya. Indahnya sebuah persahabatan mereka
yang diwarnai dengan kegembiraan, tawa suka ria tidak akan terhapus oleh
pertengkaran dan masalah sepele yang diperbesar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar