Di
sekolahku terdapat peraturan bahwa murid – murid tidak diperkenankan membawa
handphone. Barangsiapa ketahuan membawa handphone ke sekolah, handphone
tersebut akan disita. Peraturan itu terkadang tidak dipatuhi murid – murid.
Termasuk juga aku. Ya, aku sering membawa handphone pemberian papaku ke
sekolah. Bukannya bermaksud melanggar peraturan, aku membawa benda itu agar
mudah menghubungi papa atau mama jika belum menjemputku. Saat membawa handphone
ke sekolah, aku punya prinsip. Yaitu, harus dalam kondisi silent, tidak
dimainkan saat pelajaran, dan tidak digunakan sebagai kalkulator.
Suatu
hari, sepulang sekolah, aku dan beberapa teman bermain ke rumah seorang
sahabat. Sesampainya di sana, aku teringat untuk mengecek SMS dari papa atau
mama. Sontak aku panik ketika melihat di dalam tasku tidak terdapat handphone!
Teman – temanku juga ikut panik. Tak lama, aku menelepon papa dengan meminjam
handphone seorang sahabatku. Aku meminta tolong papa untuk mengambilkan
handphone-ku yang tertinggal di loker mejaku di sekolah.
Beberapa
saat kemudian, papa datang menjemput. Aku langsung bertanya kepada beliau
apakah handphone-ku sudah diambil. Tak kuduga, beliau menjawab belum. Sepanjang
perjalanan menuju rumah, aku hanya bisa diam. Papa ternyata tidak mau mengantarku
kembali ke sekolah untuk mengambil handphone. Sesampainya di rumah, papa bercerita kepada mamaku bahwa
handphone-ku hilang. Huaaa... aku pun sedih dan menangis!
Namun,
mama lalu berkata bahwa ada kiriman kartu pos dari sahabatku. Saat aku mengambil
kartu pos itu, aaaah... lega rasanya! Handphone-ku yang tertinggal ternyata
berada di dekat kartu pos tersebut. Hmm... papa ternyata mengerjaiku dengan
mengaku berpura – pura belum mengambil handphone-ku yang tertinggal.
Dari
kejadian ini, ada dua hikmah yang ku petik. Pertama, aku tidak boleh ceroboh.
Kedua, aku memang harus selalu mematuhi peraturan sekolah. Apa jadinya kalau
handphone-ku hilang? Apalagi sampai ketahuan guru dan akhirnya handphone-ku
malah disita?
Ceritaku yang dimuat di
majalah GIRLS No.13 tahun 7
Tidak ada komentar:
Posting Komentar