Setiap
Jumat sore, aku diperbolehkan mama bermain ke rumah teman – teman. Sebab,
selain keesokannya libur, aku bisa refreshing karena seminggu penuh serius
belajar. Oleh karena itu saat bel pulang sekolah pada hari Jumat berbunyi,
hatiku merasa senang sekali.
Pada
Jumat itu, aku dan teman – teman akan bermain ke rumah Nabilla. Jarak rumah
Nabilla cukup dekat dari sekolah, yaitu hanya sekali tempuh dengan angkutan
perkotaan atau angkot. Namun, aku dan teman – teman mesti menyebrang jalan
raya.
Ketika
itu, keadaan jalan raya sangat ramai. Nabilla sudah berhasil menyebrang jalan
lebih dulu. Sementara aku dan teman – teman yang lain, yaitu Sekar, Zahra, dan
Dickma belum berhasil menyeberang. Terdorong keinginan cepat sampai di seberang
jalan, aku dan Sekar menyeberang hanya dengan menengok ke arah kiri. Namun,
tiba – tiba dari arah depan, srettt... sebuah sepeda motor menyerempet kamu.
Aaaaah... tas yang kubawa tersangkut pada sepeda motor itu dan aku pun
terjatuh! Untunglah aku dan Sekar tak terluka parah, lutut kami hanya memerah.
Pengendara sepeda motor itu lalu menasihati kami agar berhati – hati bila
menyeberang jalan.
Aku
berusaha tegar dalam menahan rasa perih akibat kejadian itu. Nabilla, Zahra,
dan Dickma khawatir melihat keadaanku dan Sekar. Mereka kemudian berpesan agar
kali lain aku tidak terburu – buru ketika akan menyeberang jalan. Hmm... seneng
deh, punya teman – teman yang baik dan perhatian seperti mereka.
Sejak
itu, aku berjalan untuk selalu berhati – hati saat menyeberang jalan. Aku tidak
ingin kejadian serupa yang tidak menyenangkan itu menimpaku lagi.
Ceritaku yang dimuat di
majalah GIRLS No. 15 tahun 7
Tidak ada komentar:
Posting Komentar