Malam itu, aku men-charge baterai
ponselku. Namun, karena mengantuk, kubiarkan saja ponselku dalam keadaan
di-charge. Pagi harinya, mama mengatakan bahwa charger sudah beliau lepas dan
ponselku diletakkan di dekat dompet. Aku pun mengangguk – angguk tanpa sempat
memeriksa posisi ponselku.
Sepulang sekolah, kakakku dan mama akan pergi untuk
memotong rambut sekaligus membeli bahan praktik IPA dan matematika. Sebelum
mama pergi, beliau bertanya kepadaku, “Ponselmu mana?” Deggg... sontak aku baru
teringat ponselku. Aku lalu mencari di dekat dompet, namun ponselku tidak
ditemukan. Waaah! Aku panik sekali! Secepat kilat, aku pun mencarinya ke mana –
mana. Aku tak ingin kehilangan ponselku.
Tak lama, nenekku berseru,
“Tiaaan... apa ini di kolong tempat tidurmu?” aku pun segera menghampiri
nenekku. Olalaaa... ternyata ponselku ada di sana karena terjatuh! Hmm... tadi
pagi rupanya kakakku memainkan ponselku. Selesai memainkan, ponselku
digeletakkan begitu saja olehnya. Beberapa saat kemudian, mama merapikan tempat
tidurku. Tak sengaja ponselku lalu tergeser hingga jatuh ke kolong. Untunglah,
ponselku tidak rusak.
Dari kejadian ini, ada pelajaran
berharga yang dapat kupetik. Aku tidak boleh teledor. Sebab, sikap teledor bisa
merugikan diri sendiri. Selain itu, aku tidak boleh cepat panik ketika mendapat
masalah. Sikap panik justru membuat pikiranku terhambat sehingga sulit
menyelesaikan masalah.
Kak Tian ... kok jadi hiatus sih Kak? Tambah dong entrinya ^^ gimana sih cara ganti template nya kak? jadi kayak panda giut? lucu ^^ gimana caranya?
BalasHapusmaaf banget baru aku bales,baru aku cek soalnya. hehehe... aku mau nambah entri tapi error mulu. hehehe... ^_^
BalasHapus