Tahukah kalian dengan yang namanya
bunga Raflessia atau biasa disebut bunga bangkai? Yang berbau busuk dan
memiliki bentuk tubuh yang aneh dan mencapai ketinggian hampir 2 Meter? Dan
sangat langka karena tidak bisa tumbuh di semberang tempat dan karena
pertumbuhannya membutuhkan waktu sangat lama. Seperti nama seorang gadis cilik
bernama Bunga Raflessia Arnoldia.
Pagi itu, Bunga Raflessia Arnoldia
atau biasa di panggil Rafa memasuki kelasnya yaitu kelas V-B. Tampak teman –
temannya asyik mengobrol sesuatu hal yang sangat seru.
“Arti namaku adalah seorang pemimpin
yang bijaksana.” Kata Ajeng.
“Arti namaku adalah seorang
perempuan yang lemah lembut.” Kata yang lain.
“Arti namaku adalah peri bunga.”
Kata Zahra.
“Psst… diam! Lihatlah! Rafa datang!”
bisik Desti, sang ketua kelas di kelas Rafa.
“Assalamualaikum teman – teman!!!”
sapa Rafa.
“Walaikumsalam…” jawab semuanya
serempak.
“Sepertinya kalian mengobrolkan
sesuatu hal yang seru! Boleh ikutan gak?” tanya Rafa.
“Oh tentu boleh, sebenarnya… kami
membicarakan arti nama lengkap kita!” ujar Anggita.
“By the way… bolehkah kami
mengetahui sesuatu?” tanya Gita.
“Oh, tentu boleh, apakah itu?” tanya
Rafa bingung.
“Em… um… apa arti dari namamu itu Rafa?”
tanya Anggi pelan, takut Rafa tersinggung.
“Ng… Ng… m… e… e… a… apa ya?” Rafa
justru balik bertanya.
“Aku tahu apa! Artinya tak lain adalah bunga bangkai yang
terbau!” celetuk Wita yang memang tidak
suka dengan Rafa dari dulu.
“Diam! Kau tak boleh menghina
seperti itu Wita…” ucapan Desti terputus.
“Atau mungkin… kau hanya iri, karena
namamu tidak selangka Rafa? Sudah… mengaku saja!” bela Gita.
“Eh, enak saja! Namaku tentu ada
artinya dan tidak sejelek nama Rafa! Atau mungkin… nama Rafa itu tidak ada
artinya? Aku menunggu jawabanmu Rafa! Hingga pagi besok!” tantang Wita.
“Oke, aku setuju!” jawab Rafa tegas.
Sepulang dari sekolah. Rafa segera
menemui ibunya.
“Asslamualaikum!!!” sapa Rafa.
“Walaikumsalam!!!” sahut ibu.
Setelah mencium tangan ibunya dan
ganti baju, Rafa makan siang sambil berbincang – bincang.
“Bagaimana sekolahmu hari ini nak?”
tanya ibu.
“Cukup baik bu, bu, kenapa siih kok
ibu kasih nama aku dengan nama Bunga Raflessia Arnoldia? Apakah ibu ingin aku
menjadi bunga bangkai?” Rafa bertanya dengan wajah kesal karena kejadian tadi
pagi. Dia berpikir ada benarnya juga ucapan Wita tadi pagi.
“Tidak sayang... bukan itu maksud
ibu... Raflessia tentu punya arti lain...” jawab ibu santai.
“Kalau begitu, nama Raflessia
artinya apa?” tanya Rafa.
“Hmm… arti dari Raflessia adalah…
ibu ingin kamu menjadi orang yang kreatif dan lain daripada yang lain, punya
pendirian, menjadi motivasi atau pelopor orang dan diikuti atau menjadi panutan
semua orang.” Jelas ibu.
Ternyata, walau nama Rafa adalah
bunga bangkai, ada arti yang baik dan berarti di dalamnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar