Minggu, 24 Februari 2013

Bunga Raflessia Arnoldia

           Tahukah kalian dengan yang namanya bunga Raflessia atau biasa disebut bunga bangkai? Yang berbau busuk dan memiliki bentuk tubuh yang aneh dan mencapai ketinggian hampir 2 Meter? Dan sangat langka karena tidak bisa tumbuh di semberang tempat dan karena pertumbuhannya membutuhkan waktu sangat lama. Seperti nama seorang gadis cilik bernama Bunga Raflessia Arnoldia.

            Pagi itu, Bunga Raflessia Arnoldia atau biasa di panggil Rafa memasuki kelasnya yaitu kelas V-B. Tampak teman – temannya asyik mengobrol sesuatu hal yang sangat seru.
            “Arti namaku adalah seorang pemimpin yang bijaksana.” Kata Ajeng.
            “Arti namaku adalah seorang perempuan yang lemah lembut.” Kata yang lain.
            “Arti namaku adalah peri bunga.” Kata Zahra.
            “Psst… diam! Lihatlah! Rafa datang!” bisik Desti, sang ketua kelas di kelas Rafa.
            “Assalamualaikum teman – teman!!!” sapa Rafa.
            “Walaikumsalam…” jawab semuanya serempak.
            “Sepertinya kalian mengobrolkan sesuatu hal yang seru! Boleh ikutan gak?” tanya Rafa.
            “Oh tentu boleh, sebenarnya… kami membicarakan arti nama lengkap kita!” ujar Anggita.
            “By the way… bolehkah kami mengetahui sesuatu?” tanya Gita.
            “Oh, tentu boleh, apakah itu?” tanya Rafa bingung.
            “Em… um… apa arti dari namamu itu Rafa?” tanya Anggi pelan, takut Rafa tersinggung.
            “Ng… Ng… m… e… e… a… apa ya?” Rafa justru balik bertanya.
            “Aku tahu apa!  Artinya tak lain adalah bunga bangkai yang terbau!” celetuk Wita yang memang  tidak suka dengan Rafa dari dulu.
            “Diam! Kau tak boleh menghina seperti itu Wita…” ucapan Desti terputus.
            “Atau mungkin… kau hanya iri, karena namamu tidak selangka Rafa? Sudah… mengaku saja!” bela Gita.
            “Eh, enak saja! Namaku tentu ada artinya dan tidak sejelek nama Rafa! Atau mungkin… nama Rafa itu tidak ada artinya? Aku menunggu jawabanmu Rafa! Hingga pagi besok!” tantang Wita.
            “Oke, aku setuju!” jawab Rafa tegas.
            Sepulang dari sekolah. Rafa segera menemui ibunya.
            “Asslamualaikum!!!” sapa Rafa.
            “Walaikumsalam!!!” sahut ibu.
            Setelah mencium tangan ibunya dan ganti baju, Rafa makan siang sambil berbincang – bincang.
            “Bagaimana sekolahmu hari ini nak?” tanya ibu.
            “Cukup baik bu, bu, kenapa siih kok ibu kasih nama aku dengan nama Bunga Raflessia Arnoldia? Apakah ibu ingin aku menjadi bunga bangkai?” Rafa bertanya dengan wajah kesal karena kejadian tadi pagi. Dia berpikir ada benarnya juga ucapan Wita tadi pagi.
            “Tidak sayang... bukan itu maksud ibu... Raflessia tentu punya arti lain...” jawab ibu santai.
            “Kalau begitu, nama Raflessia artinya apa?” tanya Rafa.
            “Hmm… arti dari Raflessia adalah… ibu ingin kamu menjadi orang yang kreatif dan lain daripada yang lain, punya pendirian, menjadi motivasi atau pelopor orang dan diikuti atau menjadi panutan semua orang.” Jelas ibu.
            Ternyata, walau nama Rafa adalah bunga bangkai, ada arti yang baik dan berarti di dalamnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar